
Tumpukan pekerjaan, tingginya kompetisi di kantor, atau parahnya kemacetan di jalanan sering membuat kita stres. Ditambah lagi kita sudah membawa masalah dari rumah seperti konflik dengan suami, pembantu pulang kampung dan sebagainya.
Orang hidup tidak mungkin terhindar dari stres. Hans Selye, seorang pakar dari Kanada pernah mengatakan hanya dengan kematianlah seseorang mampu mutlak terbebas dari stres.
Karena itu apapun usaha yang kita lakukan bahkan dengan sereligius apapun, kita takkan pernah mampu menghindari stres. Karena stres pada dasarnya respons reflek mental seseorang dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, termasuk menghadapi persoalan-persoalan pekerjaan.
Meski dengan kadar yang berbeda, setiap orang bakal pernah menghadapi stres dalam hidupnya. Tapi bukan berarti kita harus terpuruk dalam kehidupan penuh duka nestapa menghadapi stres yang menimpa. So, lets make the stress as our friend. Caranya?
- Sahabat yang Memotivasi
“Dalam taraf tertentu stres justru bermanfaat mengembangkan kepribadian,” papar dr. Surjo Dharmono SpKJ, pada temu media di bulan Januari 2011 lalu. Bahkan dalam kadar tertentu stres kita butuhkan untuk bersiap menghadapi ancaman. Keadaan ini biasa dikenal dengan Eustress. Coba bayangkan, betapa banyaknya pekerjaan yang bakal tertunda jika tidak ada stres yang memotivasi kita untuk segera menuntaskannya.
ü Atur Waktu
Bersahabat dengan stres berarti mampu bersinergi dengan ritme waktu yang diciptakannya. Dalam Buku Managing Stres : A Guide to Asian Living, Tay Swee Noi dan Peter J. Smith menulisakan mengatur waktu sangat penting bagi setiap orang. Sebagai orang sibuk, waktu adalah satu dari sekian hal yang selalu Anda rasa kurang.
Karena itu lakukan segala sesuatu secara sistematis sehingga Anda dapat memanfaatkan waktu seefektif mungkin. Cobalah buat schedule pekerjaan mulai dari kapan anda harus memulai sampai kapan Anda harus mengakhirinya.
===== Boks ======
Saat Stres Mulai Berkhianat
Layaknya sahabat yang bisa berkhianat, stres berlarut-larut juga dapat mengkhianati kesehatan kita apalagi jika sampai mengarah pada depresi. Keadaan ini biasa disebut distres. Dr. Surjo mengatakan cemas berlebihan yang disebabkan oleh stres dapat memacu denyut jantung dan tekanan darah akibat peningkatan hormon tertentu. Saat cemas produksi asam lambung juga meningkat sehingga timbullah berbagai keluhan pencernaan.
Jika masuk ke taraf depresi, daya tahan tubuh kita dapat menurun bahkan disfungsi seksual juga bisa terganggu. Depresi dan stres kronis juga dapat mempengaruhi metabolisme gula tubuh. Maka, sebelum tanda-tanda pengkhianatan stres muncul, yuk hadang dengan trik yang disarankan dr. Surjo berikut:
ü Atur Pola Hidup
Lakukan istirahat cukup sekitar 6 – 8 jam tiap hari dan konsumsilah makanan sehat dengan gizi seimbang. Jangan lupa lakukan olah raga teratur yang cukup serta rekreasi.
ü Luangkan waktu
Luangkan waktu untuk diri sendiri minimal 30 menit sehari. Anda bisa menjalaninya dengan melakukan spa, meditasi, yoga, relaksasi, ataupun berendam di bathtup.
ü Tanam Sikap Positif
Jika pekerjaan yang Anda lakukan ternyata menuai hasil yang tak sesaui harapan, cobalah berpikir rasional dan obyektif. Mungkin itu hanya sebatas kesuksesan yang masih tertunda. Cobalah belajar menerima apa yang tak dapat diubah dan lakukan perencanaan lebih baik lagi ke depan.
ü Kembangkan Kehidupan Spiritual
Mengembangkan kehidupan spiritual bisa Anda dilakukan dengan belajar memahami diri sendiri dan orang lain dengan berbuat baik, serta mencoba lebih mengenal Sang Pencipta dengan beribadah.
http://parentsguide.co.id/?p=369



Rhyrin Ancyrini
Posted in:



0 komentar:
Posting Komentar