Selasa, 04 Maret 2014

Rekayasa Perangkat Lunak (DFD & UML)

Pada rekayasa perangkat lunak pada sistem Penerimaan Mahasiswa Baru sebelumnya telah diketahui sistem yang sedang berjalan, usulan sistem, dan apa saja spesifikasi yang dibutuhkan sistem. sekarang kita akan melihat bagaimana bentuk rancangan sistemnya baik secara DFD maupun UML.

RANCANGAN SISTEM DENGAN DFD
Data Flow Diagram (DFD) atau  Diagram Alir Data (DAD)  adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas. DFD merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan  DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.

Rancangan Sistem Secara Umum
a.  Konteks Diagram


b. Diagram Berjenjang


Rancangan Sistem Secara Terinci
a. DFD Level 1


b. DFD Level 2


RANCANGAN SISTEM DENGAN UML
UML adalah bahasa grafis yang dipergunakan untuk menangkap artefak dari pengembangan perangkat lunak. Bahasa ini memberikan model notasi grafis. UML merupakan satu–satunya bahasa yang dipergunakan secara luas oleh industry.

Bahasa ini sangat kaya dan memiliki banyak aspek dari praktek terbaik rekayasa perangkat lunak. Meskipun begitu, UML sendiri hanyalah sebuah sintaks, alat, bahasa yang dapat dipergunakan untuk membangun perangkat lunak. Akan tetapi untuk membangun sebuah sistem yang kokoh (robust) dan mudah dirawat bergantung pada prinsip–prinsip perancangan (bukan UML) yang didapat dari pengalaman. UML sendiri menggunakan proses pembangunan perangkat lunak IIF (Iterative, Incremental Framework) dengan 4 tahapan, yaitu: Inception, Elaboration, Construction, dan Transition. Tahapan construction terdiri dari 4 bagian, yaitu : analisis, perancangan, implementasi, pengujian.

Rancangan Sistem Secara Umum
a. Usecase Diagram


b. Class Diagram


Rancangan Sistem Secara Terinci
a. Sequence Diagram


b. Activity Diagram


c. Statechart Diagram


d. Deployment Diagram


PENGUJIAN SISTEM
Setelah melakukan perancangan sistem, tentu kita perlu tahu apakah rancangan yang kita buat akan sesuai dengan yang kita inginkan atau tidak. Oleh karena itu kita butuhkan hal-hal apa yang diperlukan untuk diuji sehingga sistem yang kita rancang dikatakan telah benar. Beberapa bentuk pengujian sistem adalah sebagai berikut:

1. Black-Box Testing
  •     Apakah data yang diinput sesuai dengan data yang masuk (valid)?
  •     Apakah system dapat membaca character, numerik, dan symbol dan penggunaannya?
  •     Apakah system dapat membedakan character, numerik, dan symbol?
  •     Apakah system dapat menolak data berganda?
  •     Apakah system dapat membacabatasan field?
  •     Apakah system dapat kompatibel secara internal?
  •     Apakah system dapat memeriksa kesalahan penginputan data secara keseluruhan dan memberi peringatan?
  •    Apakah system dapat memeriksa apabila ada data yang tidak diinput secara keseluruhan dan memberi peringatan?
  •     Apakah system dapat melakukan pengeditan data jika ada pembaharuan data?

2. Analisis Kinerja Sistem

  •     Apakah system dapat berjalan cepat dan tepat?
  •     Apakah system tidak lambat loading?
  •     Apakah system dapat memeriksa data yang dicari secara cepat?
  •     Apakah system dapat diakses oleh 50 user dalam waktu yang bersamaan?
  •   Apakah 50 calon mahasiswa dapat melakukan input data ke sistem dalam waktu yang bersamaan?
  •     Pada saat terjadi sistem offline, dapatkah sistem kembali online kurang dari 1 hari?
  •     Apakah sistem dapat melakukan recovery dan back up data secara cepat? 
3. Pengujian Akseptansi Sistem
  •     Apakah calon mahasiswa paham dan tahu cara mengisi formulir data di sistem?
  •     Apakah calon mahasiswa tidak mengalami kesulitan pada saat mengisi formulir data di sistem?
  •    Apakah panitia PMB mengerti dan tidak mengalami kesulitan penginput data kesehatan calon mahasiswa di sistem?
  •    Apakah pihak fakultas, jurusan, dan prodi mengerti dan tidak mengalami kesulitan dalam melihat dan mempergunakan data calon mahasiswa di sistem?
  •     Apakah calon  mahasiswa merasa puas dan mudah dengan sistem informasi ini?
  •     Apakah panitia PMB merasa puas dengan sistem informasi ini?
  •     Apakah pihak fakultas, jurusan dan prodi merasa puas dengan sistem informasi ini?
4. Unit Test

  •     Apakah program dalam sistem dapat memanage atau mengelompokkan data berdasarkan kode?
  •     Apakah program dalam sistem tidak lagi terdapat error?
5. Integration Test
  •     Apakah program dalam sistem dapat menghubungkan data-data yang memiliki keterkaitan?
  •     Apakah data di class tertentu dapat digunakan pada data di class lainnya?
6. Defect Testing
  •     Apakah pada sistem terdapat kecacatan?
  •     Apakah pada program terdapat yang tidak sesuai dengan fungsinya atau spesifikasinya?
  •     Apakah pada program terdapat kesalahan pengkodean? 

Nah setelah mengetahui apa saja yang akan diujikan pada sistem, selanjutnya kita akan membuat sistem yang akan kita rancang kemudian mengaplikasikan pengujian sistem yang telah kita buat untuk menentukan apakah sistem yang kita buat telah sesuai dengan keinginan dan kebutuhan atau belum. :)


sumber :
http://fairuzelsaid.wordpress.com/2010/01/08/analisis-sistem-informasi-diagram-alir-data-dad-data-flow-diagramdfd/
http://eraindrop.wordpress.com/2009/09/23/uml-%E2%80%93-analisis-perancangan-berorientasi-objek/

Rekayasa Perangkat Lunak

Perangkat lunak atau biasa disebut dengan software merupakan hal yang umum dimasa sekarang. Bagi pengguna hardware seperti computer, notebook, bahkan handphone setidaknya ada sebuah sistem perangkat lunak di dalamnya yang mengatur atau menjalankan agar perangkat keras bisa digunakan oleh user.

Meskipun semua orang mengetahui apa itu software, tapi tidak semua orang tahu bahwa pada sebuah sistem software dapat dilakukan perubahan di dalamnya atau direkayasa agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman sekarang. untuk lebih mengetahui lebih jauh kita akan mencoba melakukan rekayasa perangkat lunak pada sebuah "Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru" agar sesuai dengan kebutuhan.

CURRENT SYSTEM (SISTEM YANG SEDANG BERJALAN)
Penerimaan mahasiswa baru (PMB) merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan di setiap universitas baik itu negeri maupun swasta. Akan tetapi system PMB ini berbeda untuk setiap universitas. Di universitas negeri sendiri umumnya menggunakan system online untuk pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tetapi tidak semua menggunakan system online pada saat registrasi ulangnya.

Ketika seorang calon mahasiswa telah dinyatakan lulus SBMPTN tentu dia harus melakukan registrasi ulang di universitas yang dilulusi. Pertama calon mahasiswa ini harus membayar uang SPP yang telah ditentukan. Setelah mendapat resi pembayaran dari bank, calon mahasiswa melengkapi berkas-berkas yang diminta oleh panitia PMB, antara lain: surat panggilan, kartu peserta SBMPTN, buku rapor asli dan fotocopy yang telah disahkan oleh kepala sekolah, STTB asli dan fotocopy yang telah disahkan oleh kepala sekolah, resi pembayaran SPP dari bank, sertifikat prestasi, fotocopy pembayaran listrik, pas foto uk. 3x4 cm, dan surat pernyataan.

Setelah calon mahasiswa baru melengkapi berkas selanjutnya membawa berkas tersebut ke gedung registrasi. Di sana, panitia PMB memberikan formulir data diri  dan data kesehatan yang akan diisi pada saat tes kesehatan. Setelah mengisi formulir maka calon mahasiswa menyerahkan kepada panitia PMB beserta berkas-berkas yang telah dilengkapi. Setelah itu dilakukanlah tes kesehatan yang dimulai dari mengukur tinggi badan, berat badan, tekanan darah, tes urine, tes buta warna, dan terakhir tes golongan darah.

Setelah data kesehatan dilengkapi, calon mahasiswa membawanya beserta berkas lain ke panitia PMB untuk mengambil Kartu Tanda Mahasiswa. Sementara berkas-berkas calon mahasiswa kecuali yang asli akan diambil oleh panitia PMB yang nantinya akan di input di computer dan nantinya akan di serahkan ke fakutas masing-masing calon mahasiswa.


Akan tetapi, dikarenakan calon mahasiswa masih harus mengisi formulir data diri membuat waktu yang dibutuhkan untuk 1 orang calon mahasiswa melakukan registrasi ulang menjadi cukup lama. Terlebih mereka masih harus melakukan rangkaian tes kesehatan. Meskipun ternyata untuk masing-masing fakultas telah memiliki jadwal tersendiri untuk melakukan registrasi ulang akan tetapi hal tersebut tetap akan membuat antrian panjang bagi calon mahasiswa yang lain dan ada kemungkinan membuat jadwal registrasi ulang selanjutnya dimundurkan.

Selain masalah antrian panjang, ternyata system panitia PMB yang hanya menggunakan computer untuk menginput data mahasiswa kurang mengefisienkan waktu juga memungkinkan terjadinya kesalahan penginputan data calon mahasiswa yang dilakukan oleh panitia PMB. Selain itu, ketika hanya menginput data pada saat registrasi ulang sementara proses menyusun data-data nanti dilakukan setelah registrasi ulang membuat data-data calon mahasiswa cukup lama untuk sampai ke fakultas terlebih ke jurusan masing-masing.

PROPOSED SYSTEM (USULAN SISTEM)
Agar tidak membutuhkan waktu yang lama untuk 1 orang calon mahasiswa melakukan registrasi ulang maka calon mahasiswa harus mengisi formulir data diri dan mendapatkan formulir data kesehatan sebelum ke tempat registrasi. Karena itu diperlukan system informasi mahasiswa yang dibuat oleh universitas sendiri sehingga ketika semua calon mahasiswa mengisi formulir data diri melalui system informasi, admin dapat langsung memanage atau mengatur data-data mahasiswa berdasarkan program studinya masing-masing dan mendapatkan formulir data kesehatan, sehingga ketika melakukan registrasi ulang, calon mahasiswa hanya memperlihatkan berkas kemudian tes kesehatan dan mendapatkan Kartu Tanda Mahasiswa.

Selain untuk mengisi formulir data diri yang dilakukan oleh calon mahasiswa sendiri, system informasi ini juga lebih memudahkan bagi panitia PMB. Ketika calon mahasiswa telah melengkapi datanya, panitia PMB hanya perlu mencocokkan dengan berkas yang dibawa dan menginput data kesehatan calon mahasiswa. Selain mengurangi terjadinya kesalahan penginputan data, menggunakan system informasi lebih memudahkan bagi pihak fakultas ataupun jurusan untuk melakukan tindak lanjut terhadap calon mahasiswa di fakultas atau jurusan yang bersangkutan dan waktu yang dibutuhkan bahkan tidak lebih dalam sehari.

Dalam system informasi mahasiswa ini akan kita membutuhkan jaringan web server agar calon mahasiswa dapat mengisi formulir data diri dari tempat manapun dan kapanpun. Selain itu kita gunakan admin sebagai server yang dapat diperankan oleh tata usaha untuk mengatur data mahasiswa yang masuk dan membaginya sesuai fakultas, jurusan, dan program studi masing-masing yang kemudian data-data ini dapat diakses oleh pihak tersebut dengan menggunakan jaringan web.

SYSTEM REQUIREMENT SPECIFICATION (SPESIFIKASI KEBUTUHAN SISTEM)
1. Spesifikasi Kebutuhan Fungsional
·      Penginputan data mahasiswa baru oleh calon mahasiswa baru
·      Penginputan data kesehatan oleh panitia PMB
·      Admin yang mengontrol system informasi

2. Spesifikasi Kebutuhan Fungsional
·      Data mahasiswa baru mencakup data pribadi, data orang tua, data akademik, data keorganisasian
·      Data kesehatan mahasiswa baru

3. Spesifikasi Kebutuhan Teknologi
    ·      Teknologi web-server

Nah, setelah kita mengetahui sistem yang berjalan dan usulan sistem yang ingin kita tujukan serta spesifikasi yang dibutuhkan sistem selanjutnya kita akan membuat rancangan sistem dengan DFD dan UML yang akan kita bahas pada postingan berikutnya. jadi ditunggu ya.. :)


 
Design by Ancyrini