Pada rekayasa perangkat lunak pada sistem Penerimaan Mahasiswa Baru sebelumnya telah diketahui sistem yang sedang berjalan, usulan sistem, dan apa saja spesifikasi yang dibutuhkan sistem. sekarang kita akan melihat bagaimana bentuk rancangan sistemnya baik secara DFD maupun UML.
RANCANGAN
SISTEM DENGAN DFD
Data Flow Diagram (DFD) atau Diagram Alir Data (DAD) adalah suatu diagram yang menggunakan
notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya
sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas. DFD
merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan DFD ini sering
disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram
alur kerja, atau model fungsi.
Rancangan
Sistem Secara Umum
a. Konteks Diagram
b. Diagram Berjenjang
Rancangan Sistem Secara Terinci
a. DFD Level 1
b. DFD Level 2
RANCANGAN
SISTEM DENGAN UML
UML adalah bahasa grafis yang dipergunakan untuk menangkap artefak dari pengembangan perangkat lunak. Bahasa ini memberikan model notasi grafis. UML merupakan satu–satunya bahasa yang dipergunakan secara luas
oleh industry.
Bahasa ini sangat kaya dan memiliki banyak aspek dari praktek terbaik rekayasa perangkat lunak. Meskipun begitu, UML sendiri hanyalah sebuah sintaks, alat, bahasa yang dapat dipergunakan untuk membangun perangkat lunak. Akan tetapi untuk membangun sebuah sistem yang kokoh (robust) dan mudah dirawat bergantung pada prinsip–prinsip perancangan (bukan UML) yang didapat dari pengalaman. UML sendiri menggunakan proses pembangunan perangkat lunak IIF (Iterative, Incremental Framework) dengan 4 tahapan, yaitu: Inception, Elaboration, Construction, dan Transition. Tahapan construction terdiri dari 4 bagian, yaitu : analisis, perancangan, implementasi, pengujian.
Rancangan
Sistem Secara Umum
a. Usecase Diagram
b. Class Diagram
Rancangan Sistem Secara Terinci
a. Sequence Diagram
b. Activity Diagram
c. Statechart Diagram
d. Deployment Diagram
PENGUJIAN SISTEM
Setelah melakukan perancangan sistem,
tentu kita perlu tahu apakah rancangan yang kita buat akan sesuai dengan yang kita inginkan atau tidak. Oleh karena itu kita butuhkan
hal-hal apa yang diperlukan untuk diuji sehingga sistem
yang kita rancang dikatakan telah benar. Beberapa bentuk pengujian sistem adalah sebagai berikut:
1. Black-Box
Testing
- Apakah data yang diinput sesuai dengan data yang masuk (valid)?
- Apakah system dapat membaca character, numerik, dan symbol dan penggunaannya?
- Apakah system dapat membedakan character, numerik, dan symbol?
- Apakah system dapat menolak data berganda?
- Apakah system dapat membacabatasan field?
- Apakah system dapat kompatibel secara internal?
- Apakah system dapat memeriksa kesalahan penginputan data secara keseluruhan dan memberi peringatan?
- Apakah system dapat memeriksa apabila ada data yang tidak diinput secara keseluruhan dan memberi peringatan?
- Apakah system dapat melakukan pengeditan data jika ada pembaharuan data?
2. Analisis Kinerja Sistem
- Apakah system dapat berjalan cepat dan tepat?
- Apakah system tidak lambat loading?
- Apakah system dapat memeriksa data yang dicari secara cepat?
- Apakah system dapat diakses oleh 50 user dalam waktu yang bersamaan?
- Apakah 50 calon mahasiswa dapat melakukan input data ke sistem dalam waktu yang bersamaan?
- Pada saat terjadi sistem offline, dapatkah sistem kembali online kurang dari 1 hari?
- Apakah sistem dapat melakukan recovery dan back up data secara cepat?
3. Pengujian Akseptansi Sistem
- Apakah calon mahasiswa paham dan tahu cara mengisi formulir data di sistem?
- Apakah calon mahasiswa tidak mengalami kesulitan pada saat mengisi formulir data di sistem?
- Apakah panitia PMB mengerti dan tidak mengalami kesulitan penginput data kesehatan calon mahasiswa di sistem?
- Apakah pihak fakultas, jurusan, dan prodi mengerti dan tidak mengalami kesulitan dalam melihat dan mempergunakan data calon mahasiswa di sistem?
- Apakah calon mahasiswa merasa puas dan mudah dengan sistem informasi ini?
- Apakah panitia PMB merasa puas dengan sistem informasi ini?
- Apakah pihak fakultas, jurusan dan prodi merasa puas dengan sistem informasi ini?
4. Unit Test
- Apakah program dalam sistem dapat memanage atau mengelompokkan data berdasarkan kode?
- Apakah program dalam sistem tidak lagi terdapat error?
5. Integration Test
- Apakah program dalam sistem dapat menghubungkan data-data yang memiliki keterkaitan?
- Apakah data di class tertentu dapat digunakan pada data di class lainnya?
6. Defect Testing
- Apakah pada sistem terdapat kecacatan?
- Apakah pada program terdapat yang tidak sesuai dengan fungsinya atau spesifikasinya?
- Apakah pada program terdapat kesalahan pengkodean?
sumber :
http://fairuzelsaid.wordpress.com/2010/01/08/analisis-sistem-informasi-diagram-alir-data-dad-data-flow-diagramdfd/
http://eraindrop.wordpress.com/2009/09/23/uml-%E2%80%93-analisis-perancangan-berorientasi-objek/



Rhyrin Ancyrini










Posted in:



0 komentar:
Posting Komentar